HERBAL MEDIS
Neny Indriastuti, S.Pd – Guru Kimia SMAN 1 Prambanan
Saat ini penggunaan bahan herbal sebagai salah satu pendukung pengobatan dalam kesehatan masyarakat semakin meningkat. Hal ini di buktikan dengan banyakknya masyarakat yang mengkonsumsi bahan herbal untuk menjaga kebugaran dalam bentuk minum jamu dan sebagai salah satu alternative dalam mendukung pengobatan medis. Beberapa rumah sakit bahkan membuka layanan kesehatan berbasis herbal baik rumah sakit Kemenkes maupun Rumah Sakit Akademik, Perguruan Tinggi negeri yaitu Poltekes Surakarta juga membuka program studi jamu untuk mengembangkan pengobatan herbal. Kemenkes juga mengembangakan tanaman berkhasiat obat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu.
Herbal medis adalah pengobatan berbasis bahan herbal. Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia.
Obat herbal di bagi 3 kelompok yaitu :
- Jamu
- Obat herbal terstandar
- Fitofarmaka
PETUNJUK UMUM
- Tumbuhan dalam formularium ini merupakan tumbuhan obat asli Indonesia yang sudah memiliki bukti keamanan (LD50) dan manfaatnya terbukti secara empiris.
- Ramuan obat tradisional tidak boleh digunakan dalam keadaan kegawatdaruratan dan keadaan yang potensial membahayakan jiwa.
- Obat tradisional tidak boleh digunakan sebagai obat mata, intravaginal, dan parenteral serta tidak boleh mengandung alkohol lebih dari 1 %.
- Obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia obat (BKO).
- Perebusan simplisia dilakukan selama 15 menit sampai mendidih (90-980) dengan api kecil disebut infus/infusa, sedang perebusan simplisia selama 30 menit sampai mendidih (90-98o) dengan api kecil disebut dekokta.
- Alat merebus simplisia tidak boleh menggunakan logam, kecuali stainless steel. Alat merebus simplisia sebaiknya terbuat dari kaca, keramik, atau porselen.
- Seduhan menggunakan air mendidih yang dituangkan ke dalam simplisia, ditutup dan didiamkan 5-10 menit.
- Simplisia yang digunakan harus dicuci bersih sebelum diproses lebih lanjut.
- Satuan takar dalam penggunaan ramuan obat tradisional:
- 1 genggam setara dengan 80 g bahan segar
- bahan kering (simplisia) setara dengan 40-60 % dari bahan segar
- 1 ibu jari setara dengan 8 cm atau 10 g bahan segar
- 1 cangkir setara dengan 100 mL
- 1 gelas = 1 gelas belimbing setara dengan 200 mL
- 1 sendok makan (sdm) setara dengan 15 mL
- 1 sendok teh (sdt) setara dengan 5 mL
- Penyimpanan simplisia pada tempat yang kering, sejuk (8-150 C) dan dalam wadah yang tertutup rapat
- Saringan yang digunakan terbuat dari bahan plastik/nilon, stainless steel, atau kassa.
- Bahan yang digunakan dalam formularium ini, bila tidak dinyatakan lain, maka yang dimaksud adalah bahan kering (simplisia).
- Bila keluhan belum teratasi atau muncul keluhan lain dalam penggunaan, masyarakat harus menghentikan dan berkonsultasi ke tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan pengobatan tradisional atau tenaga komplementer yang memiliki kompetensi untuk itu.
- Penggunaan ramuan obat tradisional di dalam FROTI yang bersamaan dengan pengobatan konvensional harus mendapat persetujuan terlebih dahulu oleh dokter
Persentase penggunaan tumbuhan obat berturut-turut adalah jahe 50,36 %, kencur 48,77 %, temulawak 39,65 %, meniran 13,93 % dan mengkudu 11,17 %. Bentuk sediaan jamu yang paling banyak disukai penduduk adalah cairan, diikuti berturut-turut seduhan/serbuk, rebusan/rajangan, dan bentuk kapsul/pil/tablet.
Salah satu pendukung pemanfaatan kesehatan tradisional adalah Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI).
FROTI disusun berdasarkan gangguan kesehatan yang umumnya ditemukan di masyarakat. Jenis gangguan tersebut antara lain kencing manis, kencing batu, sakit kepala tujuh keliling, sakit kepala sebelah, kembung, nyeri ulu hati, mencret, sembelit, mulas, sakit gigi, sakit pinggang, sakit tenggorokan, selesma.
Penggunaan ramuan dalam FROTI ini diarahkan untuk memelihara kesehatan dan membantu mengurangi keluhan penderita. Bila keluhan belum teratasi atau muncul keluhan lain, masyarakat sebaiknya tetap berkonsultasi ke tenaga medis (dokter). Untuk gangguan kesehatan yang sudah didiagnosa oleh tenaga medis (dokter), diharapkan tetap menggunakan obat yang disarankan oleh dokter
PENGGUNAAN OBAT HERBAL ASLI INDONESIA
Di bawah ini akan diuraikan tentang indikasi penggunaan obat herbal asli Indonesia untuk berbagai masalah gangguan kesehatan maupun sebagai suportif pada kasus-kasus tertentu.
A. HERBAL UNTUK DISLIPIDEMIA
- Alpukat
- Bawang putih
- Daun dewa
- Kunyit
- Mengkudu
- Rosela
- Temulawak
B. HERBAL UNTUK DIABETES
- Brotowali
- Kayu manis
- Pare
- Salam
C. HERBAL UNTUK HIPERTENSI
- Mengkudu
- Rosela
- Seledri
D. HERBAL UNTUK HIPERURISEMIA
- Anting-anting
- Sidaguri
E. HERBAL UNTUK ANALGETIK-ANTIPIRETIK
- Jambu mede
- Kencur
- Pule
- Sambiloto
F. HERBAL UNTUK OBESITAS
- Jati belanda
- Kemuning
G. HERBAL UNTUK ANOREKSIA
- Temulawak
H. HERBAL UNTUK DIURETIK
- Alang-alang
- Kumis kucing
- Meniran
- Seledri
I. HERBAL UNTUK NEFROLITIASIS
- Alang-alang
- Keji beling
- Meniran
- Sembung
- Tempuyung
J. HERBAL UNTUK ANTIEMETIK
- Jahe
K. HERBAL UNTUK PALIATIF DAN SUPORTIF KANKER
- Ceplukan
- Keladi tikus
- Kunyit putih
- Manggis
- Sambiloto
- Sirsak
- Temu Kunci
L. HERBAL UNTUK SUPPORTIF PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
- Bawang putih
- Kunyit
- Miana
- Pegagan
M. HERBAL UNTUK GASTRITIS
- Jahe
- Kapulaga
- Kunyit
- Pegagan
- Temu lawak
- Temu
- mangga
N. HERBAL UNTUK ARTRITIS
- Cabe
- Jahe
- Kayu putih
- Sereh
O. HERBAL UNTUK KONSTIPASI
- Daun sendok
- Daun wungu
- Lidah buaya
P. HERBAL UNTUK BATUK
- Adas
- Timi
Q. HERBAL UNTUK GASTROENTERITIS
- Daun jambu biji
- Sambiloto
R. HERBAL UNTUK INSOMNIA
- Pala
- Valerian (Ki Saat)
S. HERBAL UNTUK PENGGUNAAN PENYAKIT KULIT (PANU, KADAS, KURAP)
- Ketepeng china
- Pegagan
T. HERBAL UNTUK HEPATOPROTEKTOR
- Kunyit
- Meniran
- Paliasa
- Temu lawak
U. HERBAL UNTUK DISFUNGSI EREKSI
- Cabe jawa
- Pasak bumi
- Purwoceng
- Som jawa / kolesom jawa/ginseng jawa
V. HERBAL UNTUK ISPA
- Sambiloto
W. HERBAL UNTUK HEMOROID
- Daun wungu
X. HERBAL UNTUK MENINGKATKAN AIR SUSU IBU/ASI ( LAKTOGOGUM )
- Daun katuk
- Torbangun
- Klabe
Sumber :
- Kemenkes, Formjularium Obat herbal Asli Indonesia edisi 2, Kemenkes, Jakarta, 2018
- Permenkes RI nomor 6 tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia
- Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017 Tentang Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!